KIMIA LAUNDRY HOTEL BERKWALITAS

Management laundry hotel dan rumah sakit klik : disini !!


Contact Person Mesin Pengering Laundry :


0274 4353 767


0813 2593 2593

email :

kahastaman@gmail.com


Sejarah Awal Mula Laundry di Dunia

Sejarah Laundry ( Binatu ) setelah tahun 1800

Laundry ( Binatu ) adalah kata benda yang mengacu pada tindakan pencucian pakaian dan linen, dimana proses pencucian sedang dilakukan atau yang telah dicuci.

Laundry pertama kali dilakukan di sungai  dengan merendam dan membiarkan air membawa pergi bahan yang dapat menyebabkan noda dan bau.  Cara seperti ini masih dilakukan  di beberapa daerah  pedesaan.  Usaha ini untuk menghilangkan kotoran, dilakukan dengan cara sering digosok, memutar atau memukul-mukulkan terhadap batu datar atau pada papan.  Tehnik ini digunakan  umum di Eropa dan juga digunakan oleh pemukim di Amerika Utara, teknik yang mirip juga telah diidentifikasi di Jepang bahkan sampai Indonesia.
Bila tidak ada saluran air yang tersedia / sungai , binatu dilakukan di tong air / ember /  kuali logam yang  diisi dengan air bersih dan dipanaskan di atas api, air mendidih bahkan lebih efektif daripada dingin dalam menghilangkan kotoran.  Setelah bersih, pakaian yang diperas keluar - dipelintir untuk menghilangkan sebagian besar air.  Kemudian digantung di tiang atau jemuran di luar ruang untuk mencari udara kering, atau kadang-kadang hanya tersebar di rumput bersih.

Mencuci pakaian dan linen rumah tangga, cara mencuci ini dipergunakan pada perkiraan abad ke-19 di Eropa, Amerika Utara dan dunia dengan menggunakan peralatan binatu. Awalnya dengan menggunaka sebuah bak air panas, sebuah papan dalam bingkai kayu. Air dapat dipanaskan dalam panci besar, logam besar atau tembaga pada pengapian.
Sekitar tahun 1864-an dari American Civil War menunjukkan dua tentara bekerja keras, dengan peralatan untuk mencuci ( Washboards ) yang bisa dibawa ke tepi sungai. Pada periode ini juga sabun sudah mulai digunakan, yaitu  senyawa alkali (yang terbuat dari kayu abu,  lemak dan garam) yang dicetak kotak-kotak besar, pemakaiannya dengan cara mencampurkannya ke air panas untuk mencuci menghilangkan spot noda.
Pada dekade sekitar 1880-an sabun cukup banyak tersedia. Perkembangan ilmu pengetahuan, industri dan perdagangan memiliki dampak yang signifikan terhadap pekerjaan rumah tangga.  Sabun dari yang balok kotak-kotak sudah mulai diproduksi bubuk (powder), pada periode ini binatu sudah mulai berkembang dan menucuci sudah mulai menggunakan pati kanji dan bubuk biru / pati biru ( blau / blue ) untuk pakaian atau linen yang warna putih maupun terang. Berbagai bahan kimia dapat digunakan untuk meningkatkan daya pelarut air, seperti senyawa dalam soaproot atau akar yucca digunakan oleh suku-suku asli Amerika.. Sabun, suatu senyawa yang terbuat dari alkali (dari kayu-abu) dan lemak, adalah bahan yang digunakan oleh binatu kuno dan sangat umum.

Pada 1870-an itu telah diproduksi dalam berbagai bentuk yang berbeda dengan  kemasan yang baru seperti kotak, bulat, tas khas atau botol kaca untuk bahan cair, pewarna dan produk untuk memulihkan pakaian hitam yang pudar saat  dicuci. Boraks dan soda cuci dikemas dalam berbagai nama. Borax bahkan digunakan sebagai nama merek untuk sabun dan tepung, dan dipromosikan sebagai produk ampuh pembersih semua bahan.

Periode 1870 -1914 Chruch Roy  dan Christine Clark, mulai mengembangkan produk branded yaitu perlengkapan rumah tangga termasuk peralatan mencuci (bak logam / panci, jemuran, jepitan) yang dikemas di Inggris,, ( Enterprise & Society -  Sep 2001).
Pada awal abad 20-an mulai ditemukan  proses mekanik  binatu dengan berbagai mesin cuci.  Biasanya, mesin ini menggunakan sebuah pengaduk bertenaga listrik untuk menggantikan menggosok dengan tangan pada sebuah papan cuci. Pada awalnya mesin hanya menggunakan tenaga tangan.  Kemudian mangler berkembang bertenaga listrik dengan  bak berlubang dan berputar keluar, air akan keluar jika berlebih dan siklus ini disebut siklus spin.

Sejarah menyetrika

Tidak seorangpun bisa mengatakan kapan tepatnya orang-orang mulai mencoba untuk menekan kain halus, tetapi kita tahu bahwa Cina menggunakan logam panas untuk menyetrika sebelum orang lain.  Panci diisi dengan bara panas ditekan selama kain membentang. Seribu tahun yang lalu metode ini sudah mapan digunakan.

Sementara orang-orang di Eropa Utara menggunakan batu, kaca dan kayu untuk menghaluskan pakaian. Ini terus dilakukan untuk "menyetrika" dan digunakan di beberapa tempat pada pertengahan abad ke-19, Kemudian mulailah pandai besi Barat mulai menempa dan membuat Setrika, sekitar  pada Abad Pertengahan.

Tonggak  Sejarah Mesin Cuci dan Pengering

1797    Scrub papan.
1800    Pertama pengering pakaian; tangan bertenaga.
1851    Pertama, mesin bertenaga tangan, mencuci dengan drum, diciptakan
           oleh King James.
1861    Pertama alat pemeras pakaian ditambahkan ke mesin cuci.
1874    William Blackstone membangun mesin pertama didorong cuci tangan
           kayu. Perusahaan yang didirikannya masih memproduksi dan menjual
           mesin cuci sampai hari ini, dengan kantor pusat New York.
1858    Mesin cuci berputar Pertama, diciptakan oleh Hamilton Smith.
1900    Kayu bak cuci diganti dengan bak logam.
1907    Maytag Corporation mulai memproduksi bak-kayu mesin cuci dengan
           roda gila, masih dioperasikan secara manual dengan cara  rotary.
1922    Maytag Corporation memperkenalkan sistem agitator untuk
           memindahkan air di dalam drum, dengan memutar, menggerakkan
           kain di dalam air.
1908    Pertama mesin cuci bertenaga listrik ini ditemukan oleh Alva J. Fisher.
1911    Whirlpool Corporation, kemudian disebut Upton Machine Co didirikan
           di St Joseph, Michigan dan mulai memproduksi mesin cuci motor listrik
           alat pemeras-driven.
1915    Pertama pengering pakaian listrik muncul.
1930    John W. Chamberlain dari Bendix Penerbangan Corporation
           menciptakan sebuah mesin yang bisa mencuci, bilas, dan
           ekstrak air dari pakaian dalam satu operasi.
1947    Pertama top-loading mesin cuci otomatis diperkenalkan oleh
           pendahulu dari Whirlpool Corporation.
1951    Pertama mesin cuci otomatis dibuat di Eropa. Komputer pertama
           yang dikendalikan mesin cuci otomatis muncul.
1950    Banyak muncul kemajuan teknologi. Di antara ratusan sistem diuji,
           hanya dua sistem mencuci bertahan sampai hari ini: sistem agitator
           dan sistem jatuh. Produk mencuci dengan siklus  yang dikembangkan
           untuk kain baru.

LAUNDRY  HOTEL

Laundry  Department merupakan bagian dari department di hotel yang melaksanakan pencucian ( Laundry, Dry Cleaning ataupun Pressing ) atas semua bahan / pakaian.

Laundry        : Pencucian atas bahan / pakaian dengan menggunakan air.
Dry Cleaning : Pencucian atas bahan / pakaian dengan menggunakan solvent.
Pressing       : Penyetrikaan / pelicinan bahan / pakaian.

Proses Pencucian
Proses pencucian adalah proses menghilangkan kotoran, noda sehingga pakaian bebas dari kuman, bau dan tidak cepat rusak. Dalam melakukan proses pencucian perlu diketahui faktor yang mempengaruhi hasil cucian antara lain :
-    Jenis kotoran
-    Jenis bahan cucian ( material ) yang dicuci.
-    Jenis bahan pencuci ( laundry chemicals )
-    Proses Pencucian ( Temperatur, Mesin cuci, proses, waktu )
Dalam operasional hotel terdapat perlengkapan yang terbuat dari tekstil / kain / gament dan di kelompokan menjadi :

  • Housekeeping Linen yaitu linen yang digunakan untuk operasional housekeeping ( Sheets, pillow case, bath towel, hand towel, face towel, bath mat dan sebagainya )
  • Food Beverage Linen yaitu linen yang dipergunakan untuk operasional FBS / Restaurant ( Table cloth, napkin, skirting, valvet, satin dsb )
  • Uniform, Pakaian / seragam yang di pakai karyawan.
  • Cloth, alat dari kain yang dipergunakan untuk membersihkan ( dust cloth, glass cloth, rug, mop, lobby duster dan sebagainya )
Area kerja di laundry terdapat section-section :
1.    Guest Laundry Section, pencucian pakaian tamu ( guest valet )
       dapat dibedakan menjadi :
  • Guest in House Laundry, cucian tamu (laundry, dry cleaning, pressing) dari dalam hotel / tamu yang menginap di hotel.
  • Outside Laundry, cucian tamu (laundry, dry cleaning, pressing) dari tamu yang tidak menginap di hotel.
2.    House Laundry Section, pencucian yang datangnya dari dalam
       hotel baik berupa linen (Housekeeping Linen, FB Linen) maupun
       uniform (pakaian seragam karyawan).

Perlengkapan kerja yang digunakan di laundry dibagi menjadi 2 macam :
1.    Perlengkapan berupa peralatan kerja (mesin – mesin /
       laundry equipment).
2.    Perlengkapan yang habis pakai ( Laundry Supplies ).

Laundry Equipment
Dalam operasional sehari-hari laundry equipment sebuah hotel  yang lengkap mempunyai “perlengkapan utama / pokok” berupa mesin cuci (washer) atau pada jaman modern ini mesin cuci sekaligus pemeras “ washer extractor” (Washex)  menjadi satu, Dry Cleaning dan “perlengkapan tambahan “

Perlengkapan Utama

A. Mesin-Mesin Laundry
1.    Washer / Washing Machine
2.    Extractor.
3.    Drying tumbler
4.    Presser.
       -   Shirt Press Unit
       -   Cotton garment press unit.
       -   Flat work Ironer
       -   Hand Iron

B. Mesin-mesin Dry Cleaning ( DC ).
1.    Dry Cleaning Machine
2.    Dry Cleaning Press Unit
       -  Utility Dry Cleaning  Unit
       -  Mushroom Dry Cleaning Press : untuk menyetrika bagian atau
          celana panjang atau pundak baju dan sejenisnya
       -  Utility Dry Cleaning Press : untuk menyetrika bagian kaki celana
          panjang atau rok bawah atau dress bagian bawah dan sejenisnya
       -  Steam Air Garment Finisher : untuk mengepress jas, jaket,
          dress dan sejenisnya
       -  Hand Steam Iron : untuk menghaluskan bagian bagian lain yang
       -  Pant Topper
       -  Silk Presser
       -  Puffer

Perlengkapan Tambahan :
A.     Polymark Marking Machine ( Mesin Marker )
B.     Spotting Board
C.     Sewing Machine

 Laundry Supplies
1.    Cleaning Supplies ( hand brush, plastic container,pad, broom, dll )
2.    Guest Supplies ( laundry bag, hanger, safety pin, polymark tape,
       coolar holder, jas cover dll )
3.    Printing Stationary ( laundry, DC List, pencil, scott tape, books dll )
4.    Chemicals ( Laundry & Dry Cleaning )

Bahan-bahan dasar pencuci ( Laundry Chemicals )

Bahan – bahan pencuci yang digunakan di laundry mempunyai sifat, karakteristik kimia dan fungsi yang berbeda antara satu dan lainnya baik yang berupa bubuk (powder) ataupun cairan (liquid). Dalam produk yang dipasarkan mempunyai nama / merek yang berbeda namun mempunyai bahan dasar yang sama.

Detergent / main detergent
Deterjen penghilang noda ramah lingkungan terhadap saluran pembuangan air (biota air). Mudah larut dalam air, sehingga proses pelepasan kotoran dapat berlangsung dengan cepat dan direkomendasikan untuk pakaian putih ataupun warna. PH 10

Alkali / alkali builder
Alkali merupakan formulasi khusus yang digunakan sebelum proses penyabunan dengan deterjen yang berguna melepaskan noda, kotoran, minyak dari kain sehingga menghasilkan kualitas cucian yang baik.  Bahan kimia yang membuat suasana pencucian pada pH > 7 dan menjadi basa (PH 13). Karena pada keadaan basa,lemak dan minyak akan lebih mudah diemulsikan dan menetralisir pengotoran yang bersifat asam.

Emulsifier
Larutan pengemulsi guna membantu deterjen mengangkat noda minyak, lemak dan noda lainya pada kain katun, polyester baik itu linen, uniform khususnya pakaian dapur maupun guest laundry. Bahan ini bersifat netral, sangat cocok untuk mencuci kain berbahan halus.  Bahan kimia yang mengandung konsentrat surfactant. PH 3.

Chlorine Bleach, Sodium Hypochloride (CL2)
Cairan pengelantang yang memberikan kekuatan pemutih istimewa yang aman bagi cucian putih. Cairan ini cepat larut dalam air, sehingga proses pelepasan noda berlangsung cepat, juga bisa menghilangkan bau, sisa kotoran di kain dan sebagai penghilang kuman (disinfectant). Bleach akan efektif pada larutan air dengan suhu 50ºC.  PH 10 – 14.

Oxygen Bleach, Oxy Bleach, Hydrogen Perocide (H2O2)
Cairan pengelantang yang diformulasikan khusus untuk melepaskan noda, kotoran dari bahan tekstil alami, sintetis dan katun, polyester berwarna dan tidak memudarkan material / tekstil. Bekerja baik pada suhu 60 ºC – 95 ºC.  Bahan kimia ini akan menyebabkan gatal-gatal dan panas apabilaterkena kulit. PH 1.

Sour ( Neutralizer )
Cairan penetral multiguna yang diformulasi untuk menetralisir sisa, bau detergent, chlorine, kadar alkali pada saat proses pencucian baik dalam larutan dingin maupun hangat. Larutan ini mengurangi kerusakan tekstil atau efek kuning akibat unsur pengelantang chlorine. PH 6.

Softener
Cairan kental berwarna mengandung pelembut kationik bersifat pembunuh bakteri untuk semua katun, sintetis, wool sehingga menjadi lembut, halus, harum dan pakaian dapat disetrika dengan mudah. Istilah lain adalah Gliserin cair.     PH 6,5.

Water Hardness / Conditioner
Adalah bahan kimia yang berguna untuk menetralkan kadar air yang mengandung zat besi (Fe), Mg, Ca.

Starch
Adalah jenis kanji yang berguna membuat pakaian, linen menjadi kaku (kerahbaju, pergelangan tangan,  napkin, table cloth ) dan licin setelah disetrika / pressing.

Solvent
Solvent adalah sejenis minyak dengan nama lain perklone / perkloroetheline / tetra-cloroetheline. Bahan kimia ini dipergunakan untuk mencuci dengan sistem kering ( mencuci tidak menggunakan air ) / mencuci dengan minyak ( dry cleaning )

Water / Air
Media utama dalam pelepasan kotoran dari material  ( pakaian / linen ). Keadaan dan kondisi air sangat mempengaruhi hasil cucian dan berpengaruh pada daya cuci detergent.

BAHAN-BAHAN PENGHILANG NODA ( Chemicals Spott Remover )
Dalam opeasional laundry banyak chemical yang digunakan untuk menghilangkan noda pada pakaian, baik yang diproduksi oleh pabrik ( merek ) maupun produk yang umum dan sudah ada dipasaran.

Bahan yang digunakan penghilang noda yang sudah ada dipasaran.

Jenis Noda  : Kopi, ‘teh, susu, kaldu, coklat, telur, darah, ice cream,
                   saos, bumbu salad..
Cara          : Gunakan deterjen vinegar (cuka), solvent, soda, borax, amoniak.

Jenis Noda  : Minuman alkohol, buah-buahan, manisan, soft drink.
Cara          : Menggunakan Vinegar (cuka), air dan deterjen.

Jenis Noda  : Buah-buahan, tinta, kotoran bayi,
Cara           : Menggunakan Vinegar (cuka), air dan deterjen.

Bahan dari pabrik ( Product : A.L Willson Chemicals, New Jersey, USA )
Qwik GO  : Menghilangkan noda seperti darah, telur, coklat, kaldu,
                 ice cream, susu, bumbu-bumbu salad.
Bon GO    : Menghilangkan noda seperti kopi, coklat, kaldu, soft drink, ‘teh. Dll
Tar GO    : Menghilangkan noda seperti crayon ( pastel ).
Rust Go   : Menghilangkan noda seperti karat.
Ink GO     : Menghilangkan noda tinta, lumut, obat-obatan, darah,
                 bekas Buah.

Silklus Operasi Laundry
Ada beberapa siklus operasi laundry yang perlu diperhatikan ( linen flow cycle ) :
1.    Collecting ( Pengumpulan )
2.    Transportation ( pengangkatan )
3.    Sortir ( pemilahan ).
4.    Machine Loading ( Beban mesin )
5.    Washing Prosess ( proses pencucian )
6.    Drying ( pengeringan )
7.    Ironing, Pressing
8.    Folding
9.    Finishing Prosess ( proses akhir )
10.    Storage ( penyimpanan )

Faktor  Penentu Cucian
Hasil, biaya dan efisiensi pencucian merupakan keseimbangan antara hal-hal berikut :
1.    Mechanical Action
2.    Chemical Action
3.    Temperatur.
4.    Time

JENIS BAHAN CUCIAN

Berdasarkan sumbernya dapat digolongkan menjadi :
Berasal dari hewan
1. Wool    : Berasal dari kulit binatang, jenis ini sangat lembut, elastis.
2. Sutera    : Berasal dari kepompong ulat sutera, jenis ini halus, lembut.

Berasal dari sumber nabati
1. Katun    : Berasal dari tumbuh-tumbuhan

Berasal dari bahan sintetis.
1. Rayon      : Berasal dari serat tumbuhan, serat ini mudah menyerap
                     air namun Kekuatannya berkurang jika basah.
2. Polyester : Serat ini pada umumnya sukar menyerap air dan akan
                     meleleh pada suhu 260 ºC.
3. Acrylic     : Jenis ini dalam keadaan basah sukar menyerap air, akan
                    bertambah kuat seratntya dan akan mudah berubah bila
                    terkena langsung matahari.
Catatan :
Polyester /Rayon : Bila benang dibakar akan meleleh da meninggalkan
                            tanda bulatan hitam kecil-kecil pada ujung.
Wool/Sutera       : Apabila dibakar akan menimbulkan bau seperti rambut
Nilon                  : Apabila dibakar baunya khas.

PEMENUHAN KARYAWAN ( Staffing )
1.    Laundry Manager
2.    Assistant Laundry Manager
3.    Laundry Supervisor
4.    Dry Cleaning Supervisor
5.    Laundry Secretary / Order taker
6.    Marker / Checker / Sorter
7.    Washer
8.    Ironer / Presser
9.    Dry Cleaner
10.    Finisher
11.    Valet
12.    Linen & Uniform Attendant
13.    Tailor

Laundry simbol
Simbol cucian adalah sebagai petunjuk , aturan, instruksi yang menunjukkan bahwa pakaian tidak boleh dicuci dalam air, tidak boleh dikelantang atau disetrika pada suhu tertentu. Sebuah simbol binatu, juga disebut simbol perawatan, adalah pictogram yang merupakan metode cuci , misalnya pengeringan, dry-cleaning dan menyetrika pakaian, simbol tersebut ditulis pada label, yang dikenal sebagai label perawatan, yang melekat pada pakaian untuk menunjukkan bagaimana sebuah item tertentu terbaik harus dibersihkan, diperlakukan.  Ada standar yang berbeda untuk label perawatan di beberapa negara / wilayah di dunia.  Pada beberapa standar, pictograms dilengkapi dengan instruksi tertulis.

Mencuci hanya dengan tangan.    Menyetrika pertengahan suhu
bawah <150 ° C
Jangan menggunakan  pengering pakaian    Jangan mencuci menggunakan air,
yaitu dry cleaning






1 komentar:

  1. hai, sangat menarik tentang sejarah awal laundry ini. boleh saya tahu dimana awak dapatkan bahan bacaan ini? sebab saya ada buat research mengenai dobi tradisional. terima kasih. :)

    BalasHapus

Terimakasih atas kepercayaan anda , akan segera kami tindak lanjuti.